Cerita Seks 2018: Pelepas Kepenatan Tugas Akhir

Kumpulan cerita seks dewasa terbaru, cerita mesum ABG Hot, cerita Ngentot Janda seru, cerita panas tante girang, cerita sex bergambar 2018

 

Duniabola99.org – Nama gue Fery (23) seorang mahasiswa akhir, nah kali ini gue akan menceritakan kisah yang sangat membekas di pikiran gue ini. bermula ketika libur semester gue dan beberapa teman gue sepakat untuk liburan sekaligus mencari data disebuah desa di daerah jawa timur. nah kebetulan teman gue Indi (22) juga merupakan anak dari kades disana sehingga untuk tempat dan juga makan kami bisa free, dan jadilah kami kesana.

kami ber 3 akhirnya menuju desa tersebut (gue, indi dan rere) dan cuman gue yang cowok, rere dan indi ini teman baik ketika SMA di kota dulu sedangkan gue baru kenal mereka ketika mengambil mata kuliah yang sama dan saat penyusunan skripsi ini kami mengambil tema yang sama kebetulan kami mengangambil jurusan bio teknologi.

Akhirnya kami tiba di desa tersebut dimana dalam waktu 3 minggu liburan serta tugas kami harus selesai, kami waktu itu disambut oleh bapak indi sendiri bersama ibunya, Om Riadi dan tante Sinta, sekilas melihat om Riadi dan tante sinta bsa terlihat jauhnya umur mereka tanpa harus menanyakan umur masing2, setelah ngobrol berbisik dengan indi ternyata indi sudah lama tak memiliki ibu ketika ia baru kelas 2 SMP ibunya meninggal karena sakit, dan ketika dia SMA kelas 3 dan akan lulus ayahnya memutuskan menikah lagi dengan ibu tirinya sekarang. umur pak riadi sekarang 50 tahun dan umur tante sinta adalah 30 tahun.

walaupun sudah berkepala tiga dan memiliki 1 orang anak dari hasil perkawinanya tante sinta masih memilikiwajah yang ayu dan juga bodi yang terawat inilah yang membedakannya dengan indi dan juga rere kedua wanita tersebut memang lumayan cantik namun bertubuh standar.

oke lanjut, akhirnya kami dibawa kerumah indi yang sudah sejak SMP ia tinggalkan, rumahnya lumayan besar dan hanya dihuni oleh ayah dan ibu tirinya serta anak mereka yang berusia 5 tahun, sementara itu gue disediakan kamar tamu yang terletak agak kedapur berbeda dengan kamar utama yang berada di depan rumah serta kamar indi yang bersebelahan dengannya.

Om riadi dan tante SInta memang orangnya baik dan menerima kami apa adanya meski belum terlalu mengenal kami berdua gue dan rere bahkan untuk itu mereka menyempatkan waktu mengobrol dengan kami ditengah kesibukan mereka masing – masing, pak riadi senang mengajak ngorol gue ketika akan kekantor dan ketika sudah pulang dari kantor begitu juga dengan tante sinta yang duduk ikut mengobrol dengan rere dan gue.

keramahan mereka tak cukup sampai disitu bahkan gue dipercayakan membawa motor keluarga indi untuk menyelesaikan tugas gue disalah satu kebun untuk mengambil data disana, owh yah perlu diketahui kebun gue dan kebun indi dan rere tak sama meski tema penelitian kami sama, rere dan indi mereka berada dikebun yang lain.

selama 2 minggu adalah kesempatan kami berlibur sambil mengambil data 1 minggu pertama gue manfaatkan untuk mengambil data dan ini menguras waktu dan tenaga gue yangharus pergi pagi pulang malam, berbeda dengan gue, indi dan rere malah merka berlibur menikmati alam lebih dulu dan alhasil 1 minggu berlalu dimana gue telah selesai dengan data gue dan indi serta rere baru memulai start mereka mengambil data di kebun yang mereka pilih.

nah selama 1 minggu ini cukup bagi gue menilai tempat masa kecil ini yang asri dan sejuk serta keluarga mereka yang begitu baik dan santun dengan tamu. dan selama satu minggu ini sudah cukup bagi gue untuk mengagumii soosk ibu tiri indi yang selain baik pintar, enak diajak ngobrol dan begitu perhatian dengan keluarganya, intinya jauh dari kesan wanita kota yang arogan.

dan satu lagi nilai plus untuknya adalah kecantikan dan keseksian tubuhnya yang membuat lelaki manapun pasti akan berlutut.

oke sedikit gue mendiskripsikan tante sinta ini biar teman pembaca ada gambaran, orangnya tak terlalu tinggi sebahu gue yang memiliki tinggi 172 cm, kulitnya putih bahkan bisa dibilang sangat putih (beda dengan kulit cina yah), tubuhnya semok di bagian dada dan bokong dan inilah yang menjadi daya tarik, meski sudah memiliki anak namun lingkar pinggangnya kecil dan bokongnya saja yang terlihat besar, untungnya ia sering mengenakan baju daster sehingga keseksia tubuhnya tertutupi.

nah gue dapat info tambahan dari orang bekerja dikebun kalau tante sinta ini dulunya adalah sekretaris pak kades namun setahun menghilang dan saat kembali langsung melaksanakan pernikahan dengan pak kades alias pak riadi, berkembang kabar kalau tante sinta hamil duluan baru dinikahin oleh pak kades ini diperkuat dengan umur sang anak yang menjelang 5 tahun disaat pernikahan mereka baru berusia 5 tahun juga. oke gue rasa cukup basa-basinya kita langsung saja ke momen yang sudah ditunggu2.

seperti yang gue bilang tadi gue sudah selesai penelitian gue dan hanya beristrahat dirumah sedangkan penghuni rumah sudah tak ada lagi merasa aman sekitar pukul 10 pagi dengna bangga gue mengeluarkan adik joni gue dari dalam sangkarnya sambil menonton film blue dilaptop, gue mengocok si joni sambil membayangkan yang gue entot adalah tante sinta, sedang asik gue mengocak sambil tidur terlentang dengan kepala menengok ke samping melihat kearah laptop tepat didepan gue tante sinta berdiri terpaku dibalik pintu yang lupa gue kunci karena sempat gue buat teh dan sarapan saat tak ada orang dirumah, entah sejak kapan ia disana karena gue nggak sadar akan bunyi pintu yang memang tak berderit, gue melihat wajah terkejutnya dengan mulut yang diutupi tangan saat gue melihat kearahnya sempat beberapa detik kami tertegun sampai akhirnya gue sadar dan menutupi si joni dengan kain seadanya dan tante sinta kemudian berlalu sambil meminta maaf.

‘aduh maaf dek fery’ katanya yang kemudian hilang dari pandangan gue.

jujur saat itu pertama kali gue ketahuan coli sama subyek yang gue sedang bayangkan sendiri, gue sangat takut dan malu waktu itu ahkan seharian gue nggak keluar kamar hanya saat jam makan malam saja, bahkan biasanya pak riadi mengobrol dengan gue ada tante sinta kali ini tante sinta juga nggak menunjukan batang hidungnya.

hingga keesokan harinya gue yang masih merasa malu enggan keluar dari kamar hingga kahirnya rumah kembali kosong dan gue keluar untuk sarapan dijam yang sama saat gue sedang bersantai diluar gue liat kedatangan tante sinta dengan menggunakan motornya sontak gue langsung beranjak dari tempat duduk gue masuk dalam kamar dan bermaksud mengurung diri disana, entahlah itu yang gue lakukan akibat rasa malu gue.

sedang berada didalam kamar gue mendengar suara tante sinta dari balik pintu mengetuk dan karena nggak enak akhirnya gue membukakan pintu sehingga tante sinta berdiri disana ternyata ia meminta bantuan gue untuk memasang kran air yang baru ia beli karena rusak dikamar mandi, setelah gue memasang kran air ia membuatkan gue kopi dan disuguhkan diruang tengah bersama dengan kue kering.

‘di minum dulu dek fery tadi tante beliin kue dipasar’ katanya
‘ia tante’ kata gue dengan malu tanpa melihat matanya mengambil gelas dan meminum kopi hangatnya tersebut.
‘soal kemarin tante minta maaf sudah main masuk tanpa ketuk pintu tante kira kamu udah pergi ke kebun, maksud tante untuk ngambil seprei tuk dganti udah seminggu soalnya’. gue hanya mengangguk saja mendengar penjelasannya tanpa suara.
‘terus kamu nggak ke kebun’
‘udah selesai tante makanya ini tinggal nunggu indi sama rere’
‘ow gitu yah, pantas aja kangen pacar yah’
‘ahh nggak juga kok tante, eh rudi udah kesekolah yah’ kata gue sengaja mengalihkan pembicaraan.
‘udah dari pagi kok tante baru aja abis ngntarin trus kepasar tadi, yah beginilah keadaan rumah kalau om sudah kerja dan rudi kesekolah jadi sepi sampai jam 2 nanti’ kata tante sinta.
‘ia tante’ jawab gue singkat.
‘tante senang ada kamu jadi bisa cerita-cerita deh, kalau kamu nggak bosan’
‘ehh ngak kok tante’
‘tadi kamu kenapa pas tante datang langsung masuk kekamar’
‘ahh nggak kok tante, tadi hp fery ada bunyi ditelepon’
‘owhh gitu.. tante kira lagi matiin laptopnya’, hahaha’ kata tante sinta tertawa.
‘ahh bukan tante’ jawab gue tertunduk.
‘ngak apa-apa tante juga pernah muda, yah hasrat anak muda begitulah, kalau udah tua udah menurun’ katanya dengan nada yang berbeda darisebelumnya.
‘ahh tante bisa aja’
‘yah namanya pengalam dek fery’ tawanya yang kemudian membalikkan badannya ketika mendengar bunyi alarm yang menandakan air yang ia tampung udah penuh.
‘dek fery minum aja yah tante mandi dulu’ katanya yang kemudian berlalu dari depan gue menuju kamar mandi dekat dapur yang baru saja gue perbaiki keran airnya.

tak berapa lama suara dari dapur terdengar memanggil gue yang berada diluar dekat teras rumah, ternyata itu suara tante sinta yang meminta gue untuk memasng keran yang terlepas lagi namun sebelum itu ia meminta gue mengambil handuknya dalam kamar karena ia lupa membawa handuk, gue kemudian memberikannya handuk setelah itu diperbolehkannya gue masuk ke kamar mandi yang sebenarnya lumayan besar itu dan gue mendapati keran yang kembali terlepas.

‘dek fery lepas lagi nih tolong dipasangin yah’
‘ow yah tante’ kata gue yang bingung padahal sudah gue pasang dan yang nggak bakalan lepas.

gue kemudian memperbaiki keran tersebut sembari tante sinta berdiri disamping gue dengan terlebih dulu mematikan air agar tak menyemprot kemana-mana, gue smpat tak dibuat fokus oleh kehadiran tante sinta yang hanya terbalut handuk ditubuhnya handuk tersebut terlihat kecil melilit tubuh semoknya sampai2 terlihat belahan dadanya yang tak pernah gue liat sebelumnya.

‘wah makasih yah dek fery’kata tante sinta setelah gue berhasil memperbaiki keran air tersebut.
‘nah sebagai hadiahnya’ inilah kata-kata yang tak bisa gue lupakan dalam hidup gue karena setelah itu tante sinta yang begitu sopan berubah menjadi wanita yang tak gue kenal.

ia menuju pintu ditutupnya pintu kamar mandi tersebut dan setelah itu dibukanya handuk yang melilit tubuhnya hingga telanjanglah tante sinta didepan gue. sungguh perasaan yang becampur aduk antara takut malu mupeng dansenang bercampur jadi satu.

‘tante jangan’ kata gue ketika ia meraih tangan gue kemudian gue tarik.
’emang kenapa fer, kamu nggak nafsu liat tante’ kata-katanya malah membuat joni gue berteriak kencang.
‘udahlah tante tau dipikiran kamu, nggak ada orang dirumah lagian si rere sama indi ijin mereka pulang malam karena harus kekota beli alat lagi, mas riadi pulangnya sore sama rudi yang ditittp tinggal kita berdua disini’ kembali tangan gue digengamnya kali ini gue tak menarik tangan gue.
‘anggap saja kita saling menguntungkan, tante butuh kamu juga butuh’ kata tante sinta yang meremas halus tangan gue matanya kemudian turun kearah selangkangan gue melihat joni gue yang tersesak dicelana pendek yang gue kenakan.
‘liat tuh udah bangunkan’ katanya dengna menggoda.
‘tapi tante saya takut, tante dan om sudah terlalu baik buat saya disini’
‘udahlah fer, nggak usah takut, sini’ katanya kemudian tangan gue diarahkan ketoketnya yang mengantung dan mulai mengeras bersamaan dengan itu tangagnya mendarat diselagkangan gue meremas dari luar si joni.
‘udah lama tante dianggurin, kemarin pas liat kamu dikamar nafsu tante langsung naik sampai nggak bisa tidur tante mikirin kejadian kemarin,’

mendengar pengakuan tante sinta membuat gue juga terbawa suasana apalagi tangan tante sinta dengan lincah menyusup dalam celana pendek gue melewati bokser gue dan akhirnya berkenalan dengan joni didalam.

‘aduh tante’ kata gue kala joni dipaksa keluar tanpa menurunkan celana gue.

belum sempat kaget gue hilang tante sinta udah langsung membuat gue kembali kaget dengan aksinya yang berjongkok dan langsung melahap joni gue karena emang gue nggak siap gue kaget dan mundur kebelakang membuat tante sinta terlihat kecewa ia terdiam disana, gue sesaat seperti merasa bersalah.

‘aduh tante jangan disini nanti kalau tiba-tiba ada yang masuk gimana, dikamar tante aja yah biar bisa liat siapa yang datang’ kata gue yang disambut gembira olehnya.

‘okelah fer, ayok’ katanya yang kemudian membuka pintu kamar mandi mengajak gue ke kamarnya yang berada di depan rumah sebelumnya ia menutup dan menunci pintu depan dan belakang.

‘tante sinta yakin dengan ini’ kata gue mencoba menenangkan diri gue dan dirinya yang dimabuk birahi.
’emang kenapa, udah yakin banget ini semua juga gara-gara kamu buat tante kepikiran’ katanya yang mulai memposisikan gue duduk di pinggiran ranjang bersamanya yang mengenakan handuk.

‘jujur tante saya masih takut untuk ngelakuin ini’
‘udahlah fer emangnya kamu nggak takut ketika kamu seranjang sama pacar kamu’
‘tapi kan itu pacar aku tante, sedangkan tante istri orang’
‘udah kalau gitu anggap aja tante ini pacar kamu’ kata tante sinta kemudian bergerak berdiri dihadapan gue.

dibukanya handuk hingga kembali ia telanjang diarahkannya toket besar miliknya kewajah gue dan dimintanya gue untuk mengisap toketnya tersebut.

”ayo fer dikenyot dong’ pintanya yang kemudian membuat gue yang tadi bawel terhipnotis,

gue mulai mengarahkan wajah dan perlahan menjilati toketnya yang terpampang jelas disana, tubuhnya semakin mendesak gue hingga akhirnya posisi tante sinta bukan berdiri lagi ia telah naik keatas tempat tidur membuat gue terlentang sambil kedua kakinya mengangkangi gue , kini ia sudah berada diatas gue tubuhnya sejajar dengan gue yang terlentang kedua tangan gue diarahkan meremas toketnya sejenak hanya desahan keluar dari mulutnya.

‘mhh remas mhhh sss ahhh’ desahnya

posisi kami yang awalnya dipinggir tempat tidur sudah berada ditengah tempat tidur, tante sinta tambah bernafsu dengan cepat ia merayap kebawah tubuh gue dibukanya celana gue hingga joni menunggak keatas lalu digenggamnya kontol gue yang memiliki ukuran lumayan gede berkepala bulat.

‘uhhh tan’ kata gue merasakan hisapan dikontol gue yang begitu hangat

ia terlihat menimati kontol gue beberapa saat sebelum akhirnya ia mendekati gue dan berbisik.

‘fer ayo genjot tante ‘ pintanya.

ia terlentang sementara gue mengambil posisi didepannya dengan kontol gue mengarah ke memeknya yang begitu lebat dengan jambut.

‘tante nggak nyesel kan’ kata gue yang dihawab dengan gelengan kepala,

gue lalu memainkan kepala kontol gue dibibir memeknya yang sudah basah dan becek.

‘ayo fer jangan lama-lama masukin aja’ pintanya yang gue turuti.
‘blesss’ masuklah kontol gue dalam memeknya yang begitu hangat dan becek.
‘uhhh’ desah kami berdua.

gue kemudian mulai mengenjot tante sinta yang terlihat begitu brutalnya mendesah gue takut desahannya didengar, sesekali kepala gue melihat keluar melalui jendela, untungnya desa tersebut cukup sepi saat jam2 segini karena semuanya sedang bekerja dan jarak antar rumah cukup jauh, karena suaranya yang semakin membesar akhirnya gue menutup mulutnya dengan mencium bibirnya dan dibalas dia dengan hotnya, gue kaget ketika belum 5 menit gue mengenjot tubuhnya ia sudah mengejang dan mendesah namun tertahan bibir gue. tante sinta mendapat orgasme pertamanya ia terlihat ngos-ngosan sementara kontol gue masih berada dalam memeknya.

‘owhh enak banget fer genjotanmu’
‘makasih tante’
‘jangan panggil tante dong, panggil sinta aja, kan sekarang sinta pacar fery’
‘aduh nggak enak manggilnya gitu’
‘yaudah terserah fery aja, sini sinta pegen cium lagi’ katanya yang kemudian membuat kecupan kami menjadi mesrah.

sambil mengecupnya gue menggoyangkan pinggulnya mulai kembali mengenjot tubuh semok tante sinta yang pasrah gue entotin. kali ini cukup lama gue mengenjot tante sinta sebelum akhirnya ia mengalami orgasme keduanya kali ini gue merasakan cairannya lebih banyak dari sebelumnya.

‘ahhh ferrr keluaarrr lagiiii’ katanya yang mendekap tubuh gue erat, dititk ini gue mulai menyukai tante sinta yang mengekspresikan apa yang ia rasakan secara total.
gue memberikan waktu baginya untuk memulihkan tubuhnya bahkan gue sempat memebri dia segelas air untuk diminumnya padahal baru 30 menit kami bermain.

‘fer enak banget genjotan kamu udah lama nggak rasain kayak gini’
’emang tante sama om pisah ranjang’
‘bukan pisah sayang, tapi om riadi udah nggak kuat lagi mainnya kalau dulu bisa 2 kali bergetar tante dibikinnya eh sekarang malah 2 kali tante yang bikin dia crot sat tante belum apa-apa’
‘ow gitu pantas aja, owh yah tan sekali lagi yah fery belum keluar nih’
‘tadi katanya takut, sekarang malah minta emang cowok yah, yaudah sini’
‘tapi tante di atas yah pengen rasain goyangan tante’ kata gue yang kemudian memasang posisi di bawah sementara tante sinta mengikuti permintaan gue.
‘nanti kalau mau keluar bilang yah jangan didalam’
‘siap tante’

kemudian tante sinta mengambil posisi diatas gue dan mulailah kontol gue tenggelam dalam memeknya yang lebat dengan bulu kemaluannya, dia mulai mengenjot dan memainkan pinggulnya membuat gue merem melek oleh aksinya, tante sinta turun naik membuat toketnya memantul tak berarah gue hanya bisa merasakan kenikmatan duniawi yang terjadi antara memeknya dan kontol gue, peluh kami saling bercampur akibat aktifitas seks yang kami lakukan jam 12 siang ini, hingga akhirnya gue merasakan kontol gue tak bisa bertahan dengan gesekan memek tante sinta.

‘owwhh tan fery mau keluar’ ucap gue padanya.
‘ahh fer.. ahh ssst tante juga nih’ ucapnya yang terus mengenjot gue.

tak berselang berapa lama tante sinta sudah mengerang ia memeluk gue erat yang terlentang sembari menekan pinggulnya dalam-dalam ke arah kontol gue, entah mengapa gue merasakan sensasi nikmat saat ia mendapati orgasmenya seperti joni gue diremas-remas dan dihisap oleh memek tante sinta.

gue terlalu menikmati empotan memeknya sampai gue lupa kalau sebenarnya gue juga tinggal sedikit lagi mencapai puncak, sensasi nikmat ditambah putaran pinggul tante sinta membuat si joni tak tahan lagi.

‘tan… ini udah mau keluar’ ucap gue berusaha mengingatkannya.
‘sabar…. sayanggg’ ucapnya lirih ditelinga gue masih dengan otot tubuh yang menegangn dan dekapan kencangnya.
‘aduh trus gimana nih, ahhhhh’ belumlama gue bicara pasukan putih kental menyemprot keluar.

‘crottt…crottt..crooottt’

gue menembak beberapa kali sementara tangan gue menahan pinggul tante sinta yang bergoyang menekan kontol gue sungguh ini sensasi berbeda yang gue rasakan saat orgasme gue biasanya gue pakai kondom kalau nggak gue keluarin di luar tapi kali ini gue menyemprotkan peju gue kedalam memek tante sinta dimana kontol gue dibuat berputaroleh goyangan pinggulnya.

‘ahhhhhrrrgggg’ erang tante sinta.

Ia bergetar diatas tubuh gue dan gue merasa cairan dalam memeknya semakin bertambah dan becek
gue memeluk tubuh tante sinta sambil merasakan sisa sisa orgasme gue yang terdahsyat sejauh ini.

‘haa haa haa maaf tante udah nggak ketahan lagi keluarnya didalam’ kata gue yang ngos-ngosan.

tapi tante sinta tak menjawab yang terdengar hanya hembusan napas yang berpacu perlahan-lahan sama seperti gue, yang akhirnya mulai mereda seiring berjalannya waktu.tubuh tante sinta masih berada diatas tubuh gue yang perlahan-lahan mulai kembali normal setelah sempat menegang bersamaan dengan orgasme gue tadi.

‘ohh fer.. kamu keluar didalam yah fer” katanya yang mulai sadar dan bangkit, ia mengangkat tubuhnya sehingga joni gue yang lemas itu keluar dari dalam memeknya berserta dengan cairanya, Wajah kami berdua yang tadinya mengerut kenikmatan sekarang mnegerut kebingungan.

Tante Sinta terlihat bingung dengan keadaan kami sekarang ini, nampak raut wajah yang kaget darinya melihat cairan putih kental mengalir dan menetes dari dalam memeknya yang berambut lebat tersebut. Mata kami saling bertatapan mengisyaratkan kebingungan yang kami alami.

‘aduh Tan maafin Fery, tadi udah Fery ingatin tapi Tante meluknya kekencangan, jadinya nggak bisa Fery kontrol ‘ ucap gue berusaha menjelaskan padanya.

Tante Sinta yang kebingungan tersebut dengan cepat merubah ekspresi wajahnya, sungguh sangat aneh beberapa waktu yang lalu wajahnya memerah karena kenikmatan yang ia rasakan, tak berapa lama wajahnya menjadi kebingungan akibat tahu gue keluar didalam memeknya dan sekarang wajahnya tersenyum seolah tak ada apapun yang terjadi.

‘udah sayang jangan minta maaf terus ini juga salah Tante kok’ ucapnya dengan raut wajah berubah tersenyum pada gue.
‘tapi Tante, nanti kalau Tante hamil gimana ‘
‘udah tenang aja nggak bakalan, Tante punya pil KB kok’ katanya meyakinkan gue yang masih takut.
‘sekarang jangan dipikirin lagi udah beres2 aja gih, Tante mau jemput Rudi dulu, btw makasih yah, muach’ ungkapnya dengan sebuah kecupan di pipi gue.

Akhirnya kami membereskan permainan kami, ia sempat mengganti seprainya sebelum akhirnya kami mandi dimana gue akhirnya beristirahat dan Tante Sinta menjemput Rudi di tempat ia menitipkannya.

Gue masih kepikiran dengan keadaan Tante Sinta, nampaknya gue kurang yakin dengan pernyataannya sehingga gue membuka beberapa situs konsultasi online dan membeberkan masalah gue, tentunya dengan sedikit berbohong.

Bertambah kagetlah gue setelah tahu bahwa pil KB hanya akan bereaksi jika diminum rutin dengan resep dokter dan juga tak akan berefek apa2 jika sudah terjadi ejakulasi, gue disarankan untuk meminta suatu jenis obat pada dokter dimana hanya bisa dikeluarkan melalui resep. Dengan tergesa2 sore itu gue memutuskan untuk ke kota demi mencari obat pencegah kehamilan agar tak terjadi apa2.

Diluar dugaan untuk mendapatkan obat tersebut butuh usaha keras karena gue sama sekali tak punya teman ataupun kerabat di tempat ini, namun karena ketakutan dan kekuatiran gue melebihi segalanya akhirnya dengan usaha keras gue mencari pertolongan dokter kandungan di kota tersebut. Hingga akhirnya ada seorang dokter yang membantu dengan meresepkan gue sebuah obat yang harus diminum 72 jam setelah berhubungan intim. Gue sangat senang karena meski memakan biaya banyak (bagi anak kos) gue nggak perlu kuatir lagi, bahkan gue diberikan resep tambahan untuk dipakai kalau2 gue kecolongan lagi. Namun karena pencarian gue memakan waktu lama dan letih akhirnya gue putuskan bermalam di kota tersebut hingga keesokan harinya baru gue pulang setelah mengabarkan pada indi kalau gue ke kota untuk bertemu teman lama yang kebetulan ada di sana.

Gue sampai kira2 sudah siang pukul 1 atau 2 siang gue lupa namun yang pasti tak ada orang berada dirumah dan gue terkunci diluar, tapi tak berapa lama Tante Sinta datang bersama anaknya yang baru masu SD tersebut.

‘ehh Fery, ngilang aja, baru sampai yah, Tante dengar lagi ketemu sama temanya di kota’
‘ia tan yang lain mana ?’ kata gue mengedipkan mata, berusaha memberi kode
‘lagi pada pergi semua, nih, eh Dede masuk duluan yah, cuci kaki tangan terus ganti bajunya yah’ kata Tante Sinta yang mengerti kode yang gue berikan.
‘tan, sebenarnya aku nggak ketemu teman tapi…’ kata gue menceritakan semua yang gue alami selama kemarin dari susah dan letih ya.
‘wah serius kamu, Tante jadi merasa bersalah sama kamu’
‘ngak apa2 kok tan, sebenarnya feri senang juga bisa dapatkan pengalaman ini’
‘bukan itu fer, udahlah nanti tante cerita yah, kamu masuk aja dulu tadi tante udah masak’ kata tante sinta yang membuat gue penasaran.

akhirnya gue masuk kedalam rumahnya bersama dengan tante sinta dan juga anaknya kemudian makan siang bersama setelah itu tante sinta menyuruh anaknya tidur dan menemaninya sementara gue menonton tv diruang tamu sendirian sambil menunggu tante sinta yang akhirnya keluar juga dari kamarnya.

‘udah tidur tan’
‘ia fer, udah tidur’ kata tante sinta duduk disamping gue.
‘jadi gini fer, tapi kamu jangan marah dulu yah, bukannya tante nggak menghargai usaha kamu tapi tante ingin ceritakan sesuatu ke kamu dulu’
‘ia tan, cerita aja, gimana’ kata gue yang masih terasa aneh dengan pernyataannya.

‘jadi gini fer, tante itu sudah pengen punya anak lagi dari beberapa tahun yang lalu, pengennya sih anak cewek biar si rudi ada yang di jaga sama diperhatiin kalau udah besar, hanya masalahnya suami tante udah nggak sanggup lagi berikan itu untuk tante, kami juga belum pernah ke dokter sih tapi yang jelas suami tante seperti yang tante bilang udah nggak terlalu bergairah lagi beda dengan 5 tahun yang lalu, sekarang usia tante udah 30, dan untuk itu mungkin ini saat yang tepat untuk bisa punya momongan lagi kalau ditunda lagi bisa capek tante ngurusinnya, maksud tante adalah biarkan saja yang kemarin itu dan nggak usah tante minum obat ini’ katanya sambil mengembalikan dan meletakan di meja obat yang sudah gue kasi tadi pas lagi di depan.

‘loh tante tapi ini kan’ kata gue yang binggung dan kaget dengan permintaannya.
‘udah fer tante udah mikir matang2 semuanya, tante udah kepengen dapat momongan dari dulu,’
‘tapi tante itu artinya feri akan bertanggung jawab kalau misalnya tante hamil dan itu jadi anak fery ?’
‘nggak perlu fer tante akan atur seakan-akan ini anak mas Riadi, bahkan semalam setelah 8 bulan ini tante dan om bisa sekamar lagi’ katanya dengan raut wajah senang berbandig terbalik dengan gue yang tak habis pikr dengan jalan pikiran tante sinta.

‘tapi tetap aja tante itu benih fery..’
‘udah pkoknya kamu percaya saja sama tante, itung2 benih ini jadi bonus buat tante’ kata Tante Sinta sambil mendekati gue dan menaruh tangannya di atas Joni gue.
‘berarti seandainya Tante hamil dan itu karena Fery Tante nggak akan minta aku nikahin tantekan ?’
‘ia sayang kamu tenang saja, lagian ini keputusan Tante kok’ katanya sembari jemarinya meremas si joni dari luar celana jeans gue, dan tangan satunya ia arahkan ke toketnya yang terbungkus kaos longgarnya.

‘duh tan jangan dulu si indi sama Rere mau kesini katanya’
‘ia sayang, tadi pagi juga katanya mau pulang siang makanya udah Tante siapkan makan, bentar doang Tante pengen ngemut aja’ ucapnya yang sepertinya doyan ngemut kontol
kemudian menundukkan tubuhnya.

Dengan lincah ia melepas resleting celana gue dan kancingnya sementara itu gue beroperasi di kedua toketnya dari samping tubuhnya. Karena posisi gue duduk lurus menghadap ke tv sementara Tante Sinta duduk menyamping dengan tubuh menunduk membuat gue lumayan susah menggapai kedua toketnya yang tertutupi bra, namun sama seperti Tante Sinta yang sudah membuat si joni bebas hingga bisa di genggamnya maka begitu juga dengan gue yang lincah melepas kaitan bra-nya setelah bajunya gue singkap sedikit kemudian dengan bebas meremas dan memainkan toketnya.

‘mmhhh ssssttt… Ahhh’ desah gue mendapati kontol gue dikulum dengan sangat baik.

Lidahnya membelit si Joni sembari memberi pelumas mengelilinginya, kepala si Joni diemutnya bak permen lollipop sembari tangannya menggenggam dan mengocok pelan batang si Joni, sensasi nikmat membuat gue mengejang ditambah saat lubang kencing gue di mainkanya seperti berusaha memasukkan lidahnya, tak cukup sampai situ kaki gue dikangkanginya sementara ia mencari kedua bola zakar gue dan dijilat dan diemutnya satu persatu membuat gue melayang merasakan sensasi emutan terhebat yang pernah gue rasakan, pipinya kembang kempis menghisap 2 bola penyimpan Peju gue sebelum akhirnya ia kembali pada batang dan kepala Joni.

‘slurpp.. slurpp.. slurpp..’ bunyi dibawah selangkangan gue karena hisapan bercampur liur Tante Sinta.
‘owwhh enak tan,, ohhhh’ desah gue merasakan kulumannya.

Sementara gue juga ikut memainkan toket gede Tante Sinta dimana pentilnya gue mainkan dengan jari telunjuk dan jempol gue. Kenyal pada permukaan toketnya dan keras pada putingnya sungguh nikmat tubuh Tante Sinta, tangan gue cukup nakal mulai turun dan memasuki celana jeans Tante Sinta. Namun…..

‘ngennnnnnggggg’ tiba2 terdengar suara kenalpot motor halus namun cukup keras karena berada di samping rumah
Sungguh sebuah kejadian yang lebih menyeramkan saat gue ketahuan onani oleh Tante Sinta dimana kami berdua Seperti maling yang ketahuan, gue dan Tante Sinta buru2 membereskan permainan kami.

Tante Sinta terlihat bingung bangkit menuju dapur setelah membantu gue memasukan si joni dalam sangkar. Bahkan ia tak sempat mengaitkan bra-nya kembali. Indi dan Rere ternyata sudah pulang dari kebunnya.

‘eh fer, udah nyampe loe’ ucap Rere yang emang cerewet.
‘ia nih baru aja nyampe’ kata gue dengan perasaan campur aduk antara kesal dan juga takut, karena belum selesai di emut ehh 2 kecoak pengganti udah datang aja.
‘ehh Indi Rere udah pulang yah, nih makan dulu baru Tante siapin’ ucap Tante Sinta berbasa-basi.
‘ia Tante, makasih yah, ayo ndi makan dulu, ehh lie juga fer’
‘nggak usah gue tadi dah makan kok, mau istrahat dulu’ kata gue yang lalu menuju kamar gue.

‘Ahhh sial hampir aja ketahuan’ kata gue dalam hati. Yang mengumal pada indi dan Rere yang hadir disaat gue lagi enak2nya diservice bibir Tante sinta.

‘yaampun’ ucap gue sambil menarik resleting celana gue yang ternyata Gue mengambil posisi tidur diatas kasur sampai akhirnya gue setengah terlelap sebelum pintu gue kembali diketuk.

‘fer… Fery… Keluar dulu dong ada yang mau dibicarain’ ucap suara halus Indi yang sangat gue hafal.
‘ia ndi gimna ?’ jawab gue sambil membuka pintu.
‘huuu… Lagian Indi aja di buka pintunya dibaik-baikin jawabnya pakai pelan lagi’ timpal Rere yang sifat anaknya emang ceplas-ceplos makanya gue rada kesal juga sama dia tapi dibalik itu di baik masalah pertemanan.
‘husshh.. udah re’ pinta Indi pada Rere.
‘ada apa sih’ tanya gue yang juga sedikit kesal dengan ucapan Rere.

‘jadi gini fer’ kata indie menjelaskan dalam laporan prakteknya serta kesulitan mereka di kebun pada gue berharap gue bantu mereka.
‘habisnya loe berdua dibilangin jangan libur dulu malah kesan akemari, sekarang minta gue bantu kan’
‘plis fer.. tinggal berapa hari lagi ini, janji deh kalau bisa kelar besok , gue bawa liburan ke tempat om gue lebih asik Disana ongkos gue bayarin’ ucap Indi memohon.
‘yaudah deh tapi gue nggak mau mulai besok, langsung aja sekarang kita ke kebun, biar bisa selesai semuanya’ kata gue yang emang dari dulu nggak suka nunda2.
‘nah gitu dong’ kata Rere menimpali.

Akhirnya gue Rere dan Indi mulai menyelesaikan tugas mereka berdua yang terhambat beberapa hal teknis, sebenarnya sudah benar data yang diterima hanya saja ada kekeliruan pada saat input data sehingga hasilnya tak sesuai dengan perkiraan. Setelah itu kami bertiga pulang untungnya nggak terlalu malam sehingga masih bisa kami kembali kerumah Indi.

Sesampainya Disana kami disambut dengan makan malam yang sudah dingin namun tetap nikmat karena olahan Tante Sinta yang begitu enak sama seperti kenikmatan diatas ranjangnya. Setelah itu gue menuju kamar gue untuk beristirahat karena para penghuni juga sudah sepi..

Saat tidur, gue terbangun karena gue merasakan sesuatu yang aneh sedang terjadi dan benar saja ketika mata gue terbuka ternyata gue sudah dalam keadaan setengah telanjang dimana tubuh bawah gue sudah dieksploitasi oleh tante sinta yang terlihat mengulum kontol gue yang setengah tegang.

‘aduh tante ngapain’ kata gue.
‘sstt jangan ribut nanti didengar’
‘nanti ketahuan gimana ?,’
‘makanya jangan berisik yah, tante udah horny nih nggak ketahan lagi’

akhirnya tanpa suara kami berusaha memainkan malam itu, tante Sinta kemudian mengulum kontol gue hingga ia rasa cukup dengan pekerjaannya, ia kemudian menaiki tubuh gue diarahkannya kontol gue ke memeknya yang lebat tersebut hingga kepala kontol gue menyentuh bibir memeknya, ia menurunkan perlahan bokongnya tersebut hingga kontol gue perlahan masuk dan terbenam dalam memeknya.

“Ahhhh’ desah halus kami berdua.

Tante Sinta terlihat begitu menikmati saat membenamkan kontol gue Disana ia sempat terdiam merasakan benda asing didalam memeknya sesaat.
Kemudian dengan menggoda Tante Sinta tersenyum kearah gue ia menurunkan tali dress dipundaknya hingga bagian dadanya, ia keluarkan 1 persatu toket miliknya dari balik dress tersebut dan diarahkan tangan gue untuk meremas toketnya.

“Ahh Fer mainin putingnya’ pinta Tante Sinta.
‘mhhhh Tante seksi banget kalau gini’ ucap gue setengah berbisik.

Kemudian Tante Sinta memainkan pinggulnya sembari gue meremas toketnya, kami berdua sangat menjaga suara kami agar tak terdengar sedang berkimpoii.

Tante Sinta sampai harus menutup mulutnya dengan tangan ketika meliuk-liuk sdiatas tubuh gue, untungnya kasur yang kami gunakan tak berbunyi dan berderit. Kali ini permainan kami cukup lama, Tante Sinta nampak sedikit bisa mengontrol nafsunya dibanding pertama kali kami ML, hingga akhirnya ia menghetakkan bokongnya kearah selangkangan gue, tubuhnya turun hingga memeluk gue wajahnya mencari wajah gue dan bibir kami saling berpangut, Tante Sinta bergetar diatas tubuh gue melepas orgasmenya dengan mulut yang terlatih mulut gue.

,”Mhhhhhhhh” ucapnya yang tak terdengar jelas, kali ini kembali gue rasakan empotan memek Tante Sinta yang terasa menarik2 kontol gue.
“Ihh Tante enak banget empotan memeknya ” kata gue memujinya.
“Ahh bisa aja kamu, burung kamu juga enak besar panjang, Tante terpuaskan’
‘tante boleh nggak aku keluar didalam lagi’ kata gue yang mulai berani setelah tahu ia menginginkannya.
‘ kamu yah , yaudah terserah kamu aja Tante udah pasrah’ ucapnya menyetujui permintaan gue.

Gue kemudian mulai memposisikan diri memulai ronde berdua kami setelah beberapa saat kami beristirahat menarik napas, gue kemudian membuat Tante Sinta merangkak membelakangi gue dengan lutut bertumpu pada kasur sementara gue berdiri dibelakangnya siap dengan gaya doggy style, kontol gue arahkan ke memeknya yang mengering setelah tadi becek akibat orgasmenya. Karena ini juga gue harus membuat Tante Sinta ‘basah’ agar kelamin kami tak lecet.

‘tante kayak perawan aja’ susah dimasukinya’ ucap gue yang awalnya berusaha memasukkan kontol gue tanpa cairan pelumas.
‘ahhhhhh kamu fer, udah punya anak gini masih dibilang perawan’
‘abisnya susah Tante masukannya butuh pelumas’ kata gue yang memang susah memasukan konyol gue mungkin juga akibat posisi tubuhnya yang sengaja gue buat kedua kakinya mengapit bukan mengangkang.

Hingga akhirnya gue merasa cukup pelumas yang Tante Sinta keluarkan gue mendorong si Joni masuk kedalam memeknya yang terasa lebih sempit dari sebelumnya namun masih bisa dimasuki kontol gue dan akhirnya mentok selangkangan gue dengan bokongnya.

‘ahhhhhh fer dalam banget’ katanya yang gue tahu adalah ekspresinya merasakan kontol gue.
‘dalam yah Tan, sama punya Tante lebih sempit dari sebelumnya, kayak main sama anak SMA aja’ kata gue memuji kerapatan memeknya. Tante Sinta kali ini terdiam saja dengan pujian berlebihan gue bahkan lebih kearah menikmati kontol gue di memeknya,

Gue lalu mulai menggenjotnya dan dalam posisi ini gue nggak terlalu sulit membuat Tante Sinta mendesah namun bisa dikontrolnya dengan menutup erat mulutnya menggunakan bantal , tangan gue memeluk erat kedua kakinya agar tak melebar karena gue merasakan memek Tante Sinta lebih enak kalau didapatinya seperti ini.

‘fer Tante mau keluarnnih’ ucapnya.
‘sabar Tan aku juga dikit lagi’

baru gue menyambut kata2nya Tante Sinta sudah bergetar ia melepas orgasmenya dan untung saja ia bisa mengontrol suaranya yang ia tutup erat dengan bantal, namun akibat orgasmenya ini kedua kakinya melemah dan terjatuh ia diatas kasur hingga kontol gue lepas dari memeknya padahal gue tadi sudah akan orgasme juga.

akhirnya dalam posisi tante sinta yang tidur terlungkup gue manaiki tubuhnya mengangkanginya dan mengarahkan si joni masuk kedalam sarangnya yang kali ini terasa berbeda tak serapat tadi tapi karena udah horny gue hajar saja, kontol gue masuk keluar memeknya yang basah dan becek itu bokongnya berbunyi akibat hentaka selangkangan gue hingga akhirnya gue merasakan akan orgasme dan sesaaat sebelum itu terjadi gue menghentakan kontol gue dalam-dalam ke memeknya dan memeluk tubuh tante sinta, tante sinta nampaknya mengerti dengan keadaan gue ia mengankat pinggulnya serta bokongnya dan kontol gue lebih dalam lagi masuk, wajah gue menciumi tengkuknya dari belakang.

‘tante aku keluar ‘ kata gue.
‘crott..crott..crott..crott’ peju gue menyembur kedalam memek tante sinta dengan derasnya.
‘hangat’ tante sinta menjawab ketika merasakan semburan peju gue dalam memeknya.

gue akhirnya jatuh terkulai lemas disamping tante sinta yang kemudian bergerak kearah selangkangan gue dibersihkannya kontol gue dengan menjilati dan mengulum si joni yang telah mengecil.

‘hhmm fer enak banget peju kamu tante suka’katanya setelah selesai membersihkan selangakangan gue.
‘ow tante kalau aku punya istri yang seksi kayak tante ini tiap hari aku genjotin; kata gue memjinya yang piawai .
‘ahh kamu tante juga pengen di genjotin kami tiap hari’ katanya.
permainan kami berakhir malam itu, tante sinta kembali kemarnya sementara gue tidur pulas menikmati malam itu.
Eitsss masih ada loh.. dinantikan yah kisah berikutnya… (Bersambung)

 

 

hammer of thor

 

 

 

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR Agen Judi Online

Post Author: shindy vero99