Cerita Seks ROK KETAT BIKIN DI KENTOT

Please enter banners and links.

Kumpulan cerita seks dewasa terbaru, cerita mesum ABG Hot, cerita Ngentot Janda seru, cerita panas tante girang, cerita sex bergambar 2018
 

Duniabola99.org– Riska adalah siswi di sebuah negara terkemuka kelas SMA 3 di kota YK. 17 tahun memiliki sekum dan padat tubuh gadis itu, kulit zaitun. Rambutnya sebahu lurus, wajahnya juga cukup indah.

Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya tengah bertugas di ibukota, sementara kakak-kakaknya tinggal di berbagai kota di pulau Jawa ini untuk tujuan bekerja atau belajar.

Riska diam sendirian di rumah, kadang-kadang ia juga ditemani sepupu dan mahasiswa dari universitas publik ternama di kotanya.
Sebagai seorang anak remaja yang mengikuti tren kontemporer, Riska sangat menyukai memakai pakaian yang sangat ketat termasuk seragam sekolah yang dikenakannya setiap hari. tinggi rok abu-abu beberapa inci di atas lutut cukup mengungkapkan paha putih mulus dan ukuran rok yang ketat itu juga menunjukkan lekuk tubuhnya yang sekal menggairahkan.
penampilan yang fantastis ini akan mengundang pikiran buruk dari orang-orang, yang hanya menikmati kecantikannya sampai berkeinginan ingin memperkosanya. Salah satunya adalah Parno, tukang becak yang mangkal di depan rumah Riska gang. Parno, 40-an pria, adalah orang yang berlibido tinggi, nafsu sering naik tak terkendali ketika mereka melihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.
Angka pribadi Riska cukup fleksibel dalam campuran dan genit sedikit termasuk ke Parno yang sering melaju Riska dari jalan-jalan utama yang mengarah ke Riska tinggal yang masuk ke dalam gang.

Suatu sore, Riska pulang dari sekolah. Seperti biasa Parno melaju dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan gerimis, keadaan sekitar juga tenang, itu diketahui bahwa daerah berada di pinggir kota YK. Dan Parno memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat seksualnya ke Riska. Dia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi di mana ia akan dikerjai Riska. Parno sengaja mengambil jalan memutar melalui jalan-jalan kurang ramai, melacak agak jauh dari jalan sehari-hari karena cara memutar melewati wilayah kuburan.
“Kenapa koq lewat sini Pak?” Tanya Riska.
“Di depan ada pernikahan, sehingga tentu saja ditutup”, membujuk Parno sementara masih mengayuh becaknya.
Dengan sedikit kesal Riska terpaksa mengikuti Parno yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah tiba di lokasi Parno yang direncanakan, yang di sebuah bangunan tua di daerah tengah ?? pemakaman, tiba-tiba Parno membelokkan becaknya ke bangunan tua.
“Nah kenapa orang sampai di sini Pak?” Tanya Riska.

“Hujan ..”, jawab sambil menarik becaknya Parno tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi. Dan memang hujan sudah jatuh.
Bangunan ini pabrik tebu mantan yang dibangun pada zaman Belanda dan sekarang tidak lagi digunakan, paling kadang-kadang digunakan untuk penyimpanan warga. Hal-hal seperti ini membuat Riska menjadi lebih panik, wajahnya mulai terlihat cemas dan gelisah.
“Tenang .. tenang .. Kami santai di sini, daripada basahan diguyur hujan basah-basahan sama memperbaiki kita berkeringat ..”, kata Parno menyeringai turun dari becaknya kemudi dan pergi Riska yang sedang duduk di becak.
Seperti petir Riskapun Parno terkejut mendengar pidato sebelumnya.
“A .. Apa maksudmu Pak?” Tanya Riska sambil tertegun.
“Non cantik, Anda ingin ini?” Parno tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya mengeras dan membesar.
Riska ngeri dan tubuhnya lemas segera ketika melihat pemandangan yang belum pernah melihat begitu jauh.
“J .. Pak .. Jangann Jaangan ..” pinta Riska dengan wajah pucat.
Parno saat menatap Riska tubuh yang menarik, dengan posisi duduk tersingkaplah dari balik seragam sekolah rok abu-abunya paha Riska yang putih bersih. kaus kaki putih setinggi betis menambah keindahan kakinya. Dan di atas, kedua payudara matang menonjol dari balik kemeja putih ukuran seragam ketat.
“Ampunn Pak .. Jangan Pak ..”, Riska mulai menangis di kursinya sambil menekan tubuh ke belakang becak, seolah-olah untuk menjaga jarak dengan Parno yang semakin mendekati tubuhnya.
Riska tubuh mulai menggigil, tapi bukan karena dingin pada saat itu, tetapi ketika ia merasa sepasang tangan kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik Parno tangan mulai menyentuh paha Riska, tapi itu sia-sia karena Parno dengan tangan yang kuat memegang kedua paha Riska.
“Oohh .. Jangann .. Pak .. Tolongg .. Jangann ..”, Riska meronta-ronta dengan menggerakkan kedua kaki. Namun Parno bahkan diperdalam, dicengkeramnya erat Riska paha ketika dia menekan tubuhnya ke Riska.

Riska telah menjadi tak berdaya sementara isak tangis menggema di ruangan yang gelap dan sepi. Kedua Parno tangan kasar mulai bergerak dengan lancar memijat paha menyentuh pangkal paha Riska. Riska tubuh menggeliat ketika tangan Parno mulai meraih selangkangan Riska dan Riska wajah menyeringai ketika jari Parno mulai menyusup ke dalam celana.
“Iihh ..” Riska jeritan bergema di kamar ketika ada Parno jari yang masuk ke dalam liang vaginanya.
Riska tubuh menggeliat ketat jari ketika mulai membongkar-bongkar lubang kewanitaannya. Parno mendesah keras, dia tampak sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Dia menatap wajah Riska kikuk tubuh menggeliat karena Parno menari jari tengah di lubang kemaluannya.
“.. Cep Cep Cep .. ..”, suara dari selangkangan Riska. Saat lubang vagina Riska telah dibanjiri dengan cairan yang mengalir di selangkangan kemaluannya dan jari Parno.
Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Parno mencabut jarinya di kemaluan lubang Riska. Riska muncul terengah-engah, air mata juga meleleh di pipinya. Riska Parno kemudian menarik turun dari becak, gadis itu memeluknya erat-erat, tangannya meremas-remas pantat montok sementara Riska hanya bisa pasrah diam, denyut jantungnya adalah seluruh tubuhnya gemetar itu. Parno juga menikmati aroma Riska tubuh sambil terus meremas memeras pantatnya.

Selanjutnya Parno mulai menikmati Riska bibir tebal dan sensual, bibir dikulumnya dengan rakus seperti orang yang lapar untuk melahap makanan.
“Eemmgghh .. Mmpphh ..”, Riska mendesah-desah ketika Parno miliknya. Dikulum-kulum, bibir gigitnya digigit oleh gigi dan bibir Riska Parno kasar dan bau rokok. Parno ciuman itu bergeser ke leher gadis itu.
“Oohh .. Eenngghh ..”, Riska mengerang mengerang saat lehernya mencium dan mengisap-isap oleh Parno.
Parno cengkeraman di tubuh Riska Riska cukup kuat untuk membuat sulit untuk bernapas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat Riska Parno mengundurkan diri sebelum diperkosa. Setelah puas, sekarang kedua tangan otot Parno meraih dan menekan kepala tubuh Riska Riska turun sehingga posisi lutut sebelum tubuh Parno yang berdiri tegak di depannya. Segera dengan Parno Riska dihadapkan kepala pada penisnya.
“Ayo .. Jangan bercinta non cantik .. Buka mulut Anda,” bentak saat ia meraih rambut Parno Riska.
Takut berteriak Parno, Riska tak bisa menolak permintaannya. Isak tangis ia secara bertahap membuka mulutnya dan segera masuk Parno mendorong penisnya ke dalam mulut Riska.

“Hmmphh ..”, Riska mendesah lagi ketika hal menjijikkan yang masuk ke dalam mulutnya hingga Riska pipi menggelembung karena batang yang menyumpalnya kemaluan Parno.
“Akhh ..” keluh Parno dinyatakan nikmat. Kepalanya mendongak merasa hangat dan lembut ayam lisan batang Riska seluruh gag di mulut Riska.
Riska menangis tak berdaya nafsu Parno menahan guncangan. Sementara kedua tangan masih mengepal erat kepala Parno Riska Riska mulai bergerak kepalanya ke belakang dan sebagainya, membelai kemaluannya dengan mulut Riska. Tertawa suara air liur Riska terdengar batuk diselingi.
Beberapa menit Parno melakukan itu untuk Riska, ia tampak benar-benar menikmati. Parno tubuh tiba-tiba menegang, tangannya bergerak cepat kepala Riska sambil merobek rambut Riska. Parno menyeringai wajah, mulut, matanya tertutup rapat dan ..
“Aakkhh ..”, Parno melengking, croot .. croott .. crroott ..
Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Parno yang mengisi mulut Riska yang terkejut menerima muntahan cairan. Riska mencoba untuk melepaskan batang penis Parno dari mulutnya, tapi sia-sia, tangan kuat mencengkeram kepala Parno Riska. Sebagian sperma Parno berhasil memenuhi rongga Riska mulut dan mengalir ke tenggorokannya dan sebagian meleleh keluar dari sela-sela mulut Riska.

“Ahh”, dengan napas lega, Parno mencabut batang kemaluannya dari mulut Riska.
Tampaknya kemaluannya basah dengan air mani dicampur dengan air liur Riska. Demikian pula, Riska mulut yang terlihat basah dengan cairan yang sama. Riska meski masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya terlalu lemah dan shock setelah Parno diperlakukan seperti itu.
“Ini Pak .. Sudahh ..” Riska menangis, terengah-engah untuk ‘bernego’ dengan Parno yang mengatur tentang bernapas sambil berdiri dengan bangga di depan Riska.
Nafsu masih memuncak dalam Parno menciptakan energi yang kuat ke dalam lipatan kali, terutama karena ia telah minum herbal super kuat untuk hajatnya halus ini sebelumnya. Setelah ejakulasi sebelumnya, tak lama setelah nafsunya kembali bergejolak batang ayam keras kembali ke atas lagi siap menerkam mangsanya.
Parno kemudian memegang tubuh Riska masih terisak. Riska menyadari apa yang segera terjadi padanya bahwa sesuatu yang lebih jahat. Tubuh bergetar saat Parno membuai Riska Riska tubuh di lantai gudang kotor, Riska yang mental sudah jatuh sebagai terpesona mengikuti arah Parno.

Setelah Riska berbohong, Parno mengungkapkan abu-abu seragam sekolah rok Riska hingga tingkat pinggang. Lalu dengan gerakan lambat, Parno menurunkan celana putih masih menutupi selangkangan Riska. Parno kedua mata melotot tajam ke arah Riska kemaluan. merangsang kemaluan, rambut ditumbuhi yang tidak bibir begitu banyak tapi rapi vagina, indah.
Parno hanya drive batang penisnya ke bibir vagina Riska. Riska menjerit saat Parno mulai menekan pinggulnya keras, ayam panjang dan besar masuk nya dipaksa ke dalam Riska vaginanya.
“Aakkhh ..”, Riska menjerit lagi, tubuh menggelepar mengejang dan wajahnya meringis dengan rasa sakit di pangkal pahanya.
Riska ditekan kedua tangan di atas kepalanya, sementara dia penuh semangat batang tenggelam kemaluannya di vagina Riska dengan kasar dan bersemangat.
“Aaiihh ..”, Riska keras melengking ketika dinding keperawanan ditembus oleh batang penis Parno. Darah mengucur dari sela-sela kemaluan Riska.
“Hhsshh Ohhss .. .. .. Eehhghh Hhmmh ..” Parno kelezatan mendesis.Setelah berhasil mencetak bagasi ayam itu, Parno langsung meningkatkan tubuh Riska kasar.
“Oohh Oohh .. Oogghh .. ..”, Riska mengerang mengerang kesakitan. Tubuhnya gemetar karena gerakan Parno keras dan kasar. Sementara Parno yang tidak peduli terus mendorong Riska bersemangat. Batang penisnya basah oleh Riska cairan vagina bercampur darah mengalir keperawanan.
Sekitar lima menit lamanya Parno menggagahi Riska yang semakin habis, tampaknya Parno menikmati setiap detak-by-beat dari Riska kacau, sampai akhirnya di menit ke-delapan, tubuh Parno kembali mengejang keras, urat menonjol keluar dari kekar hitam dan Parno itu ejakulasi .

“Aahh ..” Parno memekik panjang melampiaskan kepuasannya yang tak tertandingi oleh menumpahkan seluruh sperma di Riska rongga kemaluan yang menggelepar dan kelelahan kelelahan karena tidak mampu lagi mengimbangi gerakan Parno.
Dan akhirnya dua dari tubuh abadi jatuh lemas di lantai disertai dengan napas mendesah yang datang dari mulut Parno. Parno puas karena telah berhasil melaksanakan bisnisnya, yaitu memperkosa seorang gadis cantik yang menghiasi mata dan menggoda dia.
Setelah beberapa menit untuk istirahat tepat sebelum Isya, akhirnya Parno dengan becaknya kembali Riska yang memberikan kondisi lemah telah kembali ke rumahnya. Karena masih lemah dan karena rasa sakit di selangkangannya, Riska tak mampu lagi berjalan normal hingga Parno terpaksa membawanya ke rumahnya.
Suasana di lingkungan rumah yang tenang untuk membuat Parno dipandu bebas Riska lemah tubuh sampai ke teras rumah dan kemudian duduk di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Riska bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuh rupawan, Parno kemudian meninggalkan Riska dengan mengayuh becaknya menghilang ke dalam malam, meninggalkan Riska masih terpuruk di kursi teras rumahnya.

RECOMMEND :

Cerita Seks PEMBANTU PLUS-PLUS

Cerita Seks NGEWE PERAWAN YANG BERJILBAB

Cerita Seks RAYUAN GOMBAL KAKAK DARI TEMANKU

Cerita Seks PERAWAN CENTIL ASAL KALIMANTAN

Cerita Seks ABG LIAR DOYAN NGEMUT

 

 

hammer of thor

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR Agen Judi Online

Post Author: shindy vero99