Janjikan bayar lebih, begini kronologi penjebakan PSK gay di Depok

Kebutuhan ekonomi ternyata mendesak Rudi Saputra (21) menjajakan dirinya pada sesama jenis. Dia memang tidak lantas percaya terhadap pelanggan yang akan menyewa jasanya. Biasanya Rudi selalu meminta uang tanda jadi (down payment) sebelum bertemu.

“Dia minta uang DP. Saya pura-pura ke mesin ATM. Dia di luar mesin, saya dalam mesin sendirian,” kata Ridwan, salah satu saksi yang berpura-pura hendak menyewa jasa Rudi, Selasa (23/1).

Ketika berada dalam ruang ATM, dirinya menghubungi pemilik tempat fitness. Kemudian pemilik tempat fitness berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Nggak lama dia (Rudi) diamankan dan akhirnya mengaku. Diamankan di pusat perbelanjaan di Jalan Raya Sawangan,” tutur dia.

Rudi bersedia bertemu dirinya karena diimingi uang pembayaran lebih. Dia mematok harga Rp 500.000 pada Ridwan. Namun Ridwan mengimingi uang lebih.

“Saya bilang mau kasih Rp 800.000 dan dia tertarik. Kita janjian dan di sana saya berkoordinasi dengan pemilik tempat fitness,” paparnya.

Kemudian Rudi dibawa ke polsek. Setelah itu, dirinya datang ke tempat fitness. Di sana dia bertemu dengan Muchsin alias Aris. Ridwan meminta pada Aris untuk mengantarnya ke polsek.

“Saya bilang ke dia kalau ada urusan di sana, saya minta temenin dia. Terus saya jemput dia di tempat fitness. Sesampainya di Polsek, sudah ada Rudi yang ditangkap dan pemilik gym juga ada di sana,” katanya.

Setelah keduanya ada di polisi barulah mereka mengakui semua perbuatannya. Sampai saat ini keduanya masih diperiksa untuk mendalami keterangannya. Pelaku diduga melakukan tindak pidana Pornografi dan ITE sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 UU RI No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Facebook Comments
DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR Agen Judi Online