Teman Semasa SMA ku Masih Perawan

Kejadian ini terjadi sekitar setahun yang lalu. Namaku Dimas, aku adalah seorang mahasiswa yang bersekolah di luar negeri. Aku mempunyai teman cewek yang sudah kukenal sejak SMA namanya Ade (samaran). Kita sama-sama bersekolah di satu SMA dan dia adalah teman baikku. Sejauh yang kutahu kalau dia itu anak baik-baik dan lumayan alim. Selepas SMA aku langsung melanjutkan sekolah ke Australia sementara dia melanjutkan ke salah satu PTS di Jakarta.

Pada bulan Desember, aku pulang ke Jakarta untuk berlibur setelah 2 tahun lebih bersekolah di Australia. Tentu saja setelah pulang aku berusaha menghubungi teman-teman lamaku, termasuk si Ade (nama samaran) itu. Kita mengatur schedule untuk bisa ketemu. Kebetulan pula kuliah dia sudah mulai libur jadi tidak sulit buat kita untuk ketemu.

Kita akhirnya janjian ketemu di rumahnya di daerah Joglo. Meskipun rumahku di daerah Jakarta Pusat, tapi aku bela-belain demi ketemu teman lama. Si Ade ini kalau aku bisa bilang orangnya cantik, tapi bodinya jauh dari seksi, alias kurus habis. Tingginya sekitar 165 cm-an, rambutnya pendek sebahu, meskipun nggak terlalu attractive, tapi pada kenyataannya banyak juga sih cowok yang mengejar-ngejar dia.

Habis kujemput, terus kita pergi jalan untuk makan siang di restoran Padang Sari Bundo, sambil ngobrol-ngobrol tukar cerita. Habis makan kita langsung nonton di KC (Planet Hollywood). Pas waktu nonton nggak ada kejadian apa-apa sama sekali. Keluar nonton sekitar jam 08.30 malam, aku niat mau langsung antarkan dia pulang, tapi untuk confirm mau pulang, aku make sure dan tanya dia.

Ternyata dia jawab, “Ntar saja ah.. kan masih sore, ngapain buru-buru?” terus kubilang, “Cape, soalnya nyetir dari siang.” Terus dia bilang lagi “Istirahat saja dulu di rumahku yang satu lagi kan dekat dari sini, kita kan blom habis ngobrol-ngobrolnya, kebetulan itu rumah lagi nggak ada yang ngontrak.” Akhirnya aku setuju sama idenya, kita menuju ke arah Kemanggisan. Sesampainya di situ, aku langsung saja rebahan di sofa, sambil pesan minum sama pembantunya yang jaga rumah. Habis minum dianterkan, pembantunya pamit mau jemput anaknya dari sekolah. Sambil ngobrol-ngobrol terus akhirnya sampai ke topic pacar. Ternyata dia itu belum punya pacar sampai sekarang. Aku juga nggak punya pacar sih. Masih membujang saja. Nggak tahu kenapa pas ngomongin topik itu aku terangsang hebat, sudah begitu kita duduk agak mepet. Aku iseng bertanya, “Pernah ciuman nggak De?” Eh dia jawab, “Belom tuh.” Pheww… Matanya itu lho pas menjawab sendu banget.

Sebenarnya aku nggak mau, tapi namanya sudah napsu aku bilang saja, “Mau nyoba nggak?” sambil cengar-cengir, eh dia diem saja. “Hmm… kesempatan nih…” akhirnya aku cium bibirnya very-very gently sampai dia merem. Ah ternyata ciuman itu awal semuanya, penisku tegang berat. Sepertinya berasa di dia. Aku teruskan melumat bibirnya lama-lama semakin dahsyat, sampai akhirnya tanganku naik ke payudaranya, tadinya kupikir rata, eh tahunya ada juga. Aku sudah mulai nggak minta permisi lagi, langsung saja aku masukan tanganku ke T-shirtnya. Dianya tetap diam, sambil matanya makin sendu. Kita lakukan itu kira-kira sekitar 15 menit. Akhirnya aku sudah mulai bosan sama main-main ‘diatas’ doang.

Aku mulai berani gesek-gesek vaginanya pakai tanganku dari luar (dia masih pakai jeans). Dia tetap diam juga, akhirnya aku mau coba memasukan tanganku ke dalam jeansnya tapi dia pegang tanganku, ” Mas.. jangan ah.” Aku menurut saja. Terus aku mainkan dari luar jeans lagi. Sekitar 10 menitan kucoba lagi, eh dia diam saja kali ini, nggak tahu kenapa. Mungkin karena sudah terangsang banget barangkali. Kucopoti saja kancing jeansnya, ploroti sampai sedengkul, CD-nya putih, aku sudah deg-degan banget. Aku ploroti juga CD-nya, wih.. baru sekali-sekalinya kulihat vagina wanita. Dia sudah diam nggak ada perlawanan terus kupegang vaginanya pakai jariku, basah banget.

Instingku mengarahkanku untuk menjilat vaginanya, terus aku menunduk dan mulai menjilat-jilat vaginanya. Dia mulai mendesah, “Aahh… Dimas…” aku nggak tahu apa yang ada dipikiranku waktu itu, yang jelas menjilat vagina wanita nggak sejijik yang kukira sebelumnya. Kulepas semua bajunya, sampai telanjang bulat. Biarpun kurus, tapi kulitnya putih bersih terawat. Karena dia nggak ada inisiatif, akhirnya kubuka sendiri bajuku, kelihatan penisku yang tegang habis itu. Penisku nggak besar-besar amat sih, tapi nggak kecil juga, yah ukuran standart lah. Dia lumayan kaget melihat penisku. Tapi dia diam saja, akhirnya aku teruskan oral seks sampai sekitar 10 menit dan lidahku sudah mulai pegal. Aku akhirnya naik dan mengarahkan penisku ke vaginanya.

Dia juga sudah mau kumasukan, astaga.. nggak mau masuk.. aku tekan, eh melejit kesamping. Akhirnya kupegang penisku dan tekan pelan-pelan dianya menjerit, “Mass… sakitt”, aku tarik lagi akhirnya, soalnya kasihan sama dia. Aku ambil nafas sebentar, terus coba lagi, sambil kutekan tangannya di kasur, aku bilang “Tahan ya De sakitnya”, dia cuma mengangguk saja, akhirnya kucoba lagi pelan-peln. Aku tekan penisku pelan-pelan masuk sedikit tapi sepertinya dia menahan sakit. Akhirnya kutekan lagi.. lagi sampai setengahnya sudah masuk, terus aku berhenti supaya dia nggak terlalu sakit. Akhirnya kulanjutkan lagi usahaku sampai semuanya masuk. Sepertinya vaginanya sudah bisa adaptasi sama besarnya penisku, akhirnya kutarik penisku dan dimasukan lagi, keluar masuk sampai akhirnya dia sudah nggak kesakitan lagi. Sekarang yang kedengaran cuma desahannya saja, “Mass… enaakk”, aku sendiri cuma diam saja, soalnya aku juga baru pertama kali begini.

Nggak sampai 5 menit aku merasa kalau aku sudah mau keluar, tapi sebelum itu si Ade mendesah kencang sekali sampai aku kaget, kupikir dia sudah orgasme. Akhirnya aku nggak tahan lagi, makin cepat kukeluar masukan penisku sampai akhirnya keluar spermaku di vaginanya, pheww… aku lemas banget, nggak ada tenaga lagi, dia juga begitu. Ternyata habis kucabut ada sedikit bercak darah. Nggak aku kira sama sekali kalau perawannya si Ade aku yang ambil. Setelah kejadian itu, hubunganku sama dia sudah seperti pacaran, meskipun nggak pernah ada kata cinta.

Kita berhubungan badan bisa dibilang hampir tiap hari setelah itu. Gaya-gaya kita juga improve, dia sudah berani oral seks dan mulai punya inisiatif-inisiatif, kita juga pakai kondom biar safe. Aku benar-benar nggak mengira, aku pikir dia itu alim banget ternyata alim bukan berarti nggak punya nafsu, benar tidak?

BACA JUGA :

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR Agen Judi Online

Post Author: shindy vero99